From The Archbishop's Desk


Archbishop Simon Poh’s Message for Christmas 2023 (3 Languages)

Dear brothers and sisters in Christ,

Blessed Christmas. I greet you with the words of the angels to shepherds watching the flock in the field in the deep of night: “I bring you news of great joy, a joy to be shared by the whole people. Today in the town of David, a Saviour has been born to you; he is Christ the Lord.” (Luke 2:10-11)

For the world, Christmas is a time of festivals and holidays. In December, shopping malls are decorated with Christmas trees and glittering lights, Christmas sales and Santa Claus. In a way, we are thankful to the world for creating such festive Christmas atmospheres, and especially giving gifts and assistance to those in need.

This was what attracted me as a young boy in primary school even before I became a Catholic. I enjoyed the open house visits to Catholic families in my neighbourhood. Later, I learnt that Christmas is the birthday celebration of a baby called Jesus who was born in a stable 2,000 years ago. I loved listening to Boney M who popularised Christmas with the song and lyrics, “Long time ago in Bethlehem, so the Holy Bible says; Mary’s Boy Child Jesus Christ was born on Christmas Day”.

Let there be peace on earth and let it begin with ME

At Christmas, God offers his peace to everyone of good will, from all races, cultures and social status in society. Joy, hope and peace are very much needed today. This is especially so when the whole world is just recovering from the deadly pandemic. Now, headlines of wars from Gaza, Ukraine, Myanmar and many other nations dominate the news. We hear of so many conflicts, tension, intolerance, economic competition, ecological disasters—fire and flood as a consequence of our ecological sins and greed, leading to climate change and more sufferings in the world. And the poorer nations, the needy, widows and orphans are the people who suffer the most.

Now, as we approach Christmas and the coming new year 2024, I exhort everyone not to be held hostage by fear, nor give way to despair. I invite all people of good will and friendship to pray and work together, hand-in-hand, for peace and harmony in our land and the world. Let us embrace the message proclaimed by the angels at the birth of Jesus: “Do not be afraid.” (Lk 2:10)

Glory to God in the highest heaven, and peace to all people of good will… (Luke 2:14)

God wants to send us forth as Christ’s ambassadors for peace, hope and good will. We are to seek out people with goodness in their hearts and promote peace in our fragile world, society, in the classroom, workplace and families. Let not our hearts be burdened with unforgiveness and prejudices. Neither should we hold grievances nor harbour violent thoughts toward others as these will lead us to utter angry, judgemental and demeaning words toward our neighbours.

Christmas isn’t Christmas, till it happens in your HEART

Let us take some time this Advent to be reconciled with God, to examine, purify and renew our hearts “for it is out of the heart comes evil thoughts, murder, adultery, sexual immorality, theft, false testimony, slander.” (Mt 15:19). Let us prepare room in our hearts for Jesus so that his peace and mercy may dwell in our hearts.

Jesus is the REASON for Christmas

Christmas celebrates God’s unconditional love for humanity. For it was without counting the cost, our Lord was born in a humble stable so that Jesus may share our human frailty, suffering and joy. Jesus is Emmanuel—“God with us.” (Mt 1:23)

As we celebrate Christmas, let us pray, remembering all who are suffering because of conflicts and wars. Let there be peace and unity in families, nations and the world, unity among Christians and harmony among all peoples of good will, and in particular, for peace and stability in Malaysia.

It is only when we have this sincere desire to love our neighbours and make sacrifices, to help and share with those in need, that our Christmas Open House, our Christmas tree and decorations, the exchanging of presents with one another, become more meaningful and contribute towards a better world and society. May we share and give generously to those in need from the many blessings and gifts that God has provided us.

Christmas is the season of CARING and GIVING

God gave us the precious GIFT of his beloved Son Jesus. It is with this gratitude that we share God’s blessing with one another. Christmas is the season of giving because we have been blessed with the GIFT of JESUS.

At Christmas, Christians and people of good will are called to make the same sacrifice of love by the giving of our time and money to help those in need. We share Christmas joy, hope and light to those who are lonely, anxious and in despair.

I would like to appeal to everyone to always remember families, the elderly and those who are in need, living amidst us in our neighbourhood. Let us be ready to give a helping hand to bring the hope and joy of Christmas to them.

May we embrace the message proclaimed by the angels at the birth of Jesus, “Do not be afraid” and let us give praise to God, “Glory to God in the highest heaven, and peace to all people of good will.”

God generously gave his Son Jesus to humanity. This Christmas, may the HOPE, PEACE and JOY of our Lord and Saviour remain with our families.

Archbishop Simon Poh























 傅云生总主教 (译文)


Saudara-saudari dalam Kristus,

Selamat Menyambut Krismas. Saya menyapa anda dengan kata-kata para malaikat kepada gembala yang menjaga kawanan domba di padang pada larut malam: “Aku membawa kepadamu berita penuh sukacita, sukacita yang mesti dikongsikan dengan seluruh bangsa. Hari ini di kota Daud, seorang Penyelamat telah dilahirkan kepadamu; Ia adalah Kristus Tuhan.” (Lukas 2:10-11).

Bagi dunia, Krismas adalah waktu bagi perayaan dan percutian. Pada Disember, pusat beli belah dihiasi dengan pokok Krismas dan cahaya bergemerlapan, jualan Krismas dan Santa Claus. Dari satu sudut, kita bersyukur kepada dunia kerana mewujudkan suasana Krismas yang begitu meriah, terutamanya memberi hadiah dan bantuan kepada mereka yang memerlukan bantuan.

Inilah perkara yang menarik hati saya ketika saya masih seorang budak di sekolah rendah, malah sebelum saya menjadi Katolik lagi. Saya seronok sekali melakukan kunjungan rumah terbuka kepada keluarga Katolik di kawasan kejiranan saya. Kemudian, saya dimaklumkan bahawa Krismas adalah perayaan bagi kelahiran seorang bayi bernama Yesus yang dilahirkan di sebuah bangsal 2,000 tahun yang lalu. Saya suka sekali mendengar kumpulan Boney M yang mempopularkan Krismas dengan lagu dan lirik, “Long time ago in Bethlehem, so the Holy Bible says; Mary’s Boy Child Jesus Christ was born on Christmas Day”. (Maksudnya: Pada masa lalu di Betlehem, demikian disabdakan Al-Kitab Suci; Bayi Lelaki Maria, Yesus Kristus telah dilahirkan pada Hari Krismas.)

Semoga kedamaian menyelubungi dunia dan semoga ia bermula dengan SAYA

Pada waktu Krismas, Tuhan memberikan kedamaian-Nya kepada semua orang yang berniat baik, daripada semua kaum, budaya dan status sosial dalam masyarakat. Sukacita, harapan dan kedamaian sangat diperlukan pada zaman ini. Ini terutama sekali pada waktu seluruh dunia baharu sahaja pulih daripada pandemik yang membawa maut. Sekarang, berita utama tentang peperangan di Gaza, Ukraine, Myanmar dan banyak negara lain mendominasi dunia berita. Kita mendengar tentang begitu banyak konflik, ketegangan, sikap tidak toleran, persaingan ekonomi, bencana ekologi—kebakaran dan banjir—akibat daripada ketamakan dan dosa kita terhadap ekologi, yang menyebabkan perubahan iklim dan lebih banyak penderitaan di dunia manakala negara-negara yang lebih miskin, golongan memerlukan bantuan, balu dan anak yatim adalah golongan yang paling menderita sekali.

Sekarang, menjelang Krismas dan tahun baharu 2024, saya menyeru kepada semua untuk tidak tunduk kepada ketakutan atau memberi ruang kepada keputusasaan. Saya menjemput semua yang berniat baik dan ingin menjalin persahabatan untuk berdoa dan bekerja bersama, dengan bergandingan tangan, demi kedamaian dan keharmonian di bumi kita dan di dunia. Marilah kita menerima pesan yang diwartakan oleh malaikat pada waktu kelahiran Yesus: “Jangan takut.” (Lukas 2:10)

Kemuliaan kepada Tuhan di syurga maha tinggi, dan damai kepada semua bangsa yang berniat baik… (Lukas 2:14)

Tuhan ingin mengutuskan kita sebagai duta-duta Kristus bagi kedamaian, harapan dan niat baik. Kita dituntut untuk mencari orang yang ada kebaikan dalam hati mereka dan mempromosikan keamanan dalam dunia yang rapuh, dalam masyarakat, dalam bilik darjah, di tempat kerja dan dalam keluarga. Jangan biarkan hati kita dibebani prejudis dan sikap yang enggan memaafkan. Begitu juga kita tidak harus menyimpan dendam atau fikiran ganas terhadap orang lain kerana ini akan mendorong kita untuk mengeluarkan kata-kata yang marah, yang menghakimi dan yang menghina sesama kita.

Krismas bukan Krismas, sehingga ia berlaku di dalam HATI kita

Marilah kita meluangkan masa pada Adven ini untuk berdamai semula dengan Tuhan, untuk bermuhasabah, menyucikan dan memperbaharui hati kita “kerana ia adalah dari hati datangnya fikiran jahat, pembunuhan, perzinaan, maksiat, pencurian, kesaksian palsu, fitnah.” (Matius 15:19). Marilah kita menyediakan ruang dalam hati kita bagi Yesus supaya kedamaian dan kerahiman-Nya tinggal di dalam hati kita.

Yesus adalah SEBAB bagi Krismas

Krismas meraikan kasih Tuhan yang tiada syarat bagi umat manusia. Kerana tanpa mengira kerugian dan akibatnya, Tuhan kita telah lahir dalam sebuah bangsal yang sederhana supaya Yesus dapat merasai kelemahan, penderitaan dan sukacita manusia. Yesus adalah Imanuel— “Allah bersama kita.” (Matius 1:23)

Tatkala kita merayakan Krismas, marilah kita berdoa dan mengingati semua yang menderita akibat konflik dan peperangan. Semoga wujud kedamaian dan kesatuan dalam keluarga, negara dan dunia, perpaduan dalam kalangan umat Kristian dan keharmonian dalam kalangan semua bangsa yang berniat baik, dan khususnya bagi keamanan dan kestabilan di Malaysia.

Apabila kita memiliki keinginan yang ikhlas ini untuk mengasihi sesama kita dan melakukan pengorbanan, untuk membantu dan berkongsi dengan mereka yang memerlukan bantuan, baharulah Rumah Terbuka Krismas, hiasan dan pokok Krismas kita, pertukaran hadiah dengan satu sama lain, menjadi lebih bermakna dan menyumbang ke arah masyarakat dan dunia yang lebih baik. Semoga kita berkongsi dan memberi dengan murah hati kepada mereka yang memerlukan bantuan daripada banyak keberkatan dan anugerah yang Tuhan telah berikan kepada kita.

Krismas adalah musim KEPRIHATINAN dan PEMBERIAN

Tuhan memberikan Anak Tunggal yang dikasihi-Nya, Yesus, sebagai KURNIA yang tidak ternilai. Dengan kesyukuran ini, kita membahagikan keberkatan Tuhan dengan satu sama lain. Krismas adalah musim pemberian kerana kita telah diberkati dengan KURNIA iaitu YESUS.

Pada waktu Krismas, umat Kristian dan umat manusia yang berniat baik dipanggil untuk melakukan pengorbanan kasih yang sama dengan memberi masa dan wang kita untuk membantu mereka yang memerlukannya. Kita membahagikan sukacita, harapan dan cahaya Krismas kepada mereka yang kesepian, keresahan dan putus asa.

Saya ingin merayu kepada semua untuk sentiasa mengingati keluarga, golongan tua dan mereka yang memerlukan bantuan, yang hidup dalam kalangan kita di kawasan kejiranan kita. Semoga kita bersedia menghulurkan tangan dan bantuan untuk membawa harapan dan sukacita Krismas kepada mereka.

Semoga kita menerima pesan yang diwartakan oleh para malaikat pada waktu kelahiran Yesus, “Jangan takut” dan semoga kita memanjatkan pujian kepada Tuhan, “Kemuliaan kepada Tuhan di syurga maha tinggi, dan damai kepada semua bangsa yang berniat baik.”

Tuhan dengan murah hati memberikan Anak-Nya, Yesus, kepada umat manusia. Pada musim Krismas ini, semoga HARAPAN, KEDAMAIAN DAN SUKACITA Tuhan dan Penyelamat kita sentiasa bersama keluarga-keluarga kita.

Uskup Agung Simon Poh (Terjemahan)